PEMALANG, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, resmi menginisiasi pembentukan Gerakan NU Peduli. Program strategis ini dirancang sebagai wadah mobilisasi solidaritas dan dukungan finansial berupa infak dari keluarga besar Nahdliyin guna meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut.
Langkah responsif ini diambil menyusul serangkaian bencana alam yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Pemalang belakangan ini. Cuaca ekstrem yang melanda Jawa Tengah mengakibatkan musibah datang silih berganti, mulai dari tanah longsor dan banjir bandang di daerah perbukitan hingga banjir rob di wilayah pesisir utara.
Ketua Tanfidziyah PCNU Pemalang, KH Abu Joharudin Bahry atau yang akrab disapa Gus Bahry menegaskan bahwa pihaknya akan menggerakkan seluruh lini organisasi untuk menyukseskan gerakan kemanusiaan ini. Instruksi tersebut berlaku mulai dari tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) di tingkat kecamatan, Pengurus Ranting di tingkat desa, hingga seluruh Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU.
”Kami mengajak keluarga besar NU untuk ikut berpartisipasi. Ini adalah bentuk pendidikan karakter dan wujud nyata kepedulian kita sebagai warga Nahdliyin kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Gus Bahry saat ditemui di Kantor PCNU Pemalang, Kamis (12/2/2026).
Menurut Gus Bahry, kondisi geografis Pemalang yang beragam menjadikan wilayah ini memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup kompleks. Ia merinci wilayah terdampak seperti Kecamatan Pulosari, Moga, dan Watukumpul yang sangat rawan longsor dan banjir bandang, serta Kecamatan Ulujami dan Comal yang kerap diterjang banjir rob maupun luapan air sungai.
Menghadapi frekuensi bencana yang tinggi, Gus Bahry menekankan pentingnya manajemen kebencanaan yang solid dan terorganisir. Ia menginginkan NU tidak hanya sekadar hadir membawa rasa prihatin, tetapi hadir dengan solusi konkret melalui aksi nyata di lapangan.
Untuk memastikan efektivitas dan pemerataan bantuan, PCNU Pemalang menetapkan kebijakan bahwa seluruh pengumpulan donasi wajib dilakukan melalui satu pintu, yakni melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pemalang.
“Sistem satu pintu ini penting agar proses pentasarufan (pendistribusian) bantuan tidak tumpang tindih. Kita ingin bantuan menjangkau korban secara adil dan merata sesuai skala prioritas,” tambahnya.
Gus Bahry berharap dengan sistem yang terpusat di LAZISNU, pengurus di tingkat bawah tidak lagi mengalami kebingungan teknis saat terjadi musibah susulan. Dengan demikian, PCNU memiliki cadangan energi dan dana yang siap disalurkan kapan pun dibutuhkan secara cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.
Kehadiran Gerakan NU Peduli ini diharapkan menjadikan PCNU Pemalang sebagai garda terdepan aksi kemanusiaan di tingkat lokal, sekaligus memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah melalui semangat gotong royong yang menjadi ciri khas warga NU.
Penulis : Irfan Fatoni









