Pemalang, Ahad 2 November 2025 — Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai halaman tanah wakaf di RT 05 RW 01 Desa Kramat, Kecamatan Pemalang. Di tempat inilah, dilaksanakan acara Peletakan Batu Pertama Tanah Wakaf dari Almarhumah Hajjah Sarni untuk pembangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Bahrul Ulum, Musholla, serta Gedung Sekretariat NU Ranting dan Banom Desa Kramat.
Acara dimulai pada siang hari dengan pembukaan oleh pembawa acara yang menyampaikan salam dan puji syukur kepada Allah SWT, disertai pembacaan basmalah bersama oleh seluruh hadirin. Suasana menjadi semakin khidmat ketika disebutkan nama-nama tokoh penting yang hadir, di antaranya:
KH. Abu Joharudin Bahry, M.Hum (Gus Bachri) – Ketua PCNU Kabupaten Pemalang
KH. Deddy Anandiawan, S.Pd.I (Gus Deddy) – Ketua MWCNU Pemalang
Ibu Rahayu – Kepala Desa Kramat
Ustadz Adib Castro, S.Pd – Ketua Tanfidziyah NU Ranting Kramat
beserta jajaran Banom NU, tokoh masyarakat, serta perwakilan keluarga wakif, Mbah Rawan.
Acara dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Ya Lal Wathon yang dipimpin oleh petugas dari panitia. Seluruh peserta berdiri tegap, menyuarakan semangat cinta tanah air dan semangat ke-NU-an yang menjadi ruh perjuangan warga Nahdliyyin.
Usai menyanyikan lagu, hadirin duduk kembali untuk mendengarkan rangkaian sambutan dari para tokoh.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua NU Ranting Kramat, Ustadz Adib Castro, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan cita-cita bersama warga Kramat untuk memiliki pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial yang representatif. “Semoga wakaf ini menjadi berkah bagi seluruh warga dan menjadi amal jariyah bagi Almarhumah Hajjah Sarni,” ujarnya.
Berikutnya, Ibu Rahayu selaku Kepala Desa Kramat menyampaikan apresiasi atas kontribusi NU Ranting dalam pembangunan desa. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa mendukung penuh kegiatan ini. “Semoga tempat ini kelak menjadi pusat pembinaan akhlak, ibadah, dan kebersamaan bagi seluruh warga Kramat,” tutur beliau.
Sambutan ketiga disampaikan oleh Ketua MWCNU Pemalang, KH. Deddy Anandiawan, S.Pd.I (Gus Deddy). Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa bangunan yang akan berdiri bukan hanya fisik semata, melainkan simbol keikhlasan dalam berkhidmah. “Setiap batu yang diletakkan hendaknya disertai dengan niat lillahi ta’ala, agar Allah melimpahkan keberkahan dalam setiap prosesnya,” pesan beliau penuh makna.
Sambutan keempat sekaligus pengarahan utama disampaikan oleh Ketua PCNU Kabupaten Pemalang, KH. Abu Joharudin Bahry, M.Hum (Gus Bachri). Beliau menuturkan pentingnya menjaga semangat berjam’iyyah dan gotong royong di lingkungan Nahdlatul Ulama. “NU besar karena kebersamaan, bukan karena harta atau kekuasaan. Semoga tempat ini menjadi saksi khidmah jamaah NU di Desa Kramat,” ungkapnya.
Memasuki acara inti, MC mengumumkan Prosesi Peletakan Batu Pertama yang dilakukan secara simbolis oleh lima tokoh:
1. KH. Abu Joharudin Bahry, M.Hum (Ketua PCNU Pemalang)
2. KH. Deddy Anandiawan, S.Pd.I (Ketua MWCNU Pemalang)
3. Ustadz Adib Castro, S.Pd (Ketua NU Ranting Kramat)
4. Ibu Rahayu (Kepala Desa Kramat)
5. Mbah Rawan (Perwakilan keluarga wakif Almarhumah Hajjah Sarni)
Para tokoh tersebut satu per satu mengambil batu, menempatkannya di lokasi pondasi pertama, disaksikan langsung oleh jamaah dan masyarakat. Doa dan harapan terus terucap dari lisan warga yang hadir — semoga bangunan ini menjadi sumber keberkahan, tempat ibadah yang makmur, dan wadah penggemblengan ilmu agama bagi generasi muda Kramat.
Sementara prosesi berlangsung, pembawa acara menyampaikan narasi penuh makna:
“Semoga setiap batu yang diletakkan menjadi pondasi kokoh bagi berdirinya lembaga pendidikan, ibadah, dan pengabdian umat yang membawa manfaat dan keberkahan dunia akhirat.”
Setelah prosesi selesai, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Lebe Desa Kramat, Nur Taufik. Seluruh jamaah menundukkan kepala dengan khusyuk, memohon kepada Allah SWT agar proses pembangunan berjalan lancar, dijauhkan dari halangan, dan memberikan pahala jariyah yang tak putus kepada Almarhumah Hajjah Sarni.
Sebagai penutup, pembawa acara mengajak hadirin untuk membaca hamdalah bersama:
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin.”
Dalam penutupan, panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini mulai dari keluarga pewakaf, pengurus NU di berbagai tingkatan, pemerintah desa, hingga warga yang ikut gotong royong menyukseskan kegiatan.
Tema besar acara hari itu, “Merajut Khidmah, Komitmen Berjam’iyyah,” benar-benar terasa dalam suasana. Bukan sekadar seremoni, namun menjadi momentum penting bagi warga NU Kramat untuk mempertegas jati diri sebagai jamaah yang berkhidmah demi kemaslahatan umat.
Dari tanah wakaf Almarhumah Hajjah Sarni inilah, semangat kemandirian dan pengabdian NU akan terus tumbuh menjadi cahaya ilmu, tempat ibadah yang meneduhkan, dan rumah bagi perjuangan jamaah yang ikhlas.
Pewarta : Mas Bawor









