Pemalang — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Peran Nahdlatul Ulama dalam Menangkal Radikalisme di Era Transformasi Global” , pada Ahad, 25 Januari 2026 , bertempat di Aula PCNU Kabupaten Pemalang .

Seminar nasional ini menghadirkan narasumber Gus Islah Bahrawi , Staff Ahli Densus 88 Mabes POLRI, yang dikenal luas sebagai pemikir Islam moderat dan pemerhati isu-isu kebangsaan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus NU, badan otonom NU, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat sipil di Kabupaten Pemalang.

Dalam pemaparannya, Gus Islah Bahrawi menegaskan bahwa radikalisme di era transformasi global tidak lagi hanya muncul dalam bentuk fisik, tetapi juga menyebar melalui ruang digital, media sosial, dan narasi keagamaan yang terdistorsi. Oleh karena itu, NU memiliki peran strategis sebagai benteng ideologis umat melalui penguatan Islam rahmatan lil ‘alamin, literasi keagamaan, serta dakwah yang menyejukkan dan kontekstual.

Ketua PCNU Kabupaten Pemalang, Kyai Abu Joharudin Bahry, M.Hum , dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk ikhtiar NU untuk terus hadir menjaga harmoni sosial dan keutuhan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab historis dan ideologis untuk menjaga akidah umat sekaligus keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Radikalisme adalah ancaman nyata yang harus dihadapi dengan ilmu, kebijaksanaan, dan gerakan kolektif,” ujar Kyai Abu Joharudin Bahry.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa NU tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang aktif merawat toleransi, kebhinekaan, dan nilai-nilai kebangsaan.

“Melalui seminar ini, kami berharap kader-kader NU dan masyarakat luas memiliki kesadaran kritis, mampu memilah informasi, serta tidak mudah terpengaruh paham-paham ekstrem yang merusak persatuan,” tambahnya.

Kegiatan seminar nasional ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama , sekaligus menegaskan komitmen NU dalam mengawal Indonesia menuju peradaban yang damai, adil, dan bermartabat di tengah dinamika global.

Acara berlangsung dengan lancar dan interaktif, ditutup dengan sesi dialog serta tanya jawab antara peserta dan narasumber, yang menunjukkan antusiasme tinggi peserta terhadap isu deradikalisasi dan peran strategis NU di masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini