Pemalang – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Sugihwaras menggelar pementasan teater berjudul “Resolusi Jihad” karya Kang Sigit selaku Ketua Lesbumi NU Kelurahan Sughwaras. Acara tersebut berlangsung meriah di Pendopo Aswaja Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, pada Selasa malam, 21 Oktober 2025.
Pementasan ini melibatkan berbagai unsur dari keluarga besar Nahdlatul Ulama, seperti Lesbumi NU, Ansor, IPNU, IPPNU, serta Babinkamtibmas Kelurahan Sugihwaras. Kehadiran Babinkamtibmas, Aiptu Fahrudin Ali Ahmad, S.H., menjadi sorotan karena turut ambil bagian sebagai salah satu pemeran utama. Ia memerankan tokoh Kyai Subkhi dari Parakan, Temanggung sosok ulama pejuang dalam kisah Resolusi Jihad.
Dalam wawancaranya, Aiptu Fahrudin mengungkapkan alasan keikutsertaannya dalam teater tersebut.
“Saya juga seorang santri. Dulu saya belajar di pesantren di Salatiga, jadi sudah menjadi kewajiban moral bagi saya untuk turut merayakan Hari Santri Nasional. Lewat teater ini, saya ingin memberi semangat kepada para pemuda NU agar terus berkarya dan menjaga semangat juang para ulama,” ujarnya.
Selain berakting, Aiptu Fahrudin juga membacakan puisi yang ditulisnya sendiri, dipersembahkan untuk para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama. Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, puisinya membangkitkan semangat penonton dan mengingatkan kembali pada nilai perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan.
Kyai Edi Zainudin, selaku Rois Syuriah NU Kelurahan Sugihwaras, memberikan apresiasi tinggi terhadap pementasan tersebut.
“Akting Aiptu Fahrudin luar biasa. Ia berhasil membawakan peran Kyai Subkhi dengan penghayatan yang dalam. Ketika beliau membacakan puisi, suasana menjadi sangat hidup dan membakar semangat seluruh hadirin,” ungkapnya.
Acara teater tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Ranting NU, lembaga-lembaga NU, badan otonom (banom) NU, serta masyarakat setempat. Pementasan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media dakwah dan refleksi sejarah perjuangan santri yang memperkokoh nilai-nilai kebangsaan dan keislaman di tengah masyarakat.
Penulis : Irfan Fatoni









