Pemalang – BINMAS Polres Pemalang bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pemalang menggelar sosialisasi mengenai bahaya judi online dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Aula SMP Plus Salafiyah, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX, dengan pendampingan langsung para guru.
Sosialisasi tersebut menghadirkan jajaran BINMAS Polres Pemalang, pengurus LDNU Pemalang, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah, dan guru SMP Plus Salafiyah. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sejak dini kepada para pelajar agar terhindar dari perilaku berisiko yang marak terjadi di kalangan remaja.
Kasat BINMAS Polres Pemalang, AKP Trino Winarno, S.H., menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif untuk melindungi peserta didik dari berbagai ancaman negatif di era digital, khususnya judi online yang semakin mudah diakses.
“Program bimbingan ini kami gelar sebagai upaya preventif, membekali siswa dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai bahaya judi online dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian bersama sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. “Kami ingin mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, terkendali, dan mendukung perkembangan positif,” tambahnya.
Ketua LDNU Pemalang, Gus Mas Muala Arifin, juga menyoroti pentingnya edukasi dini terkait bahaya judi online. Menurutnya, keterlibatan anak usia sekolah dalam praktik judi digital semakin meningkat, baik karena rasa penasaran maupun pengaruh teman sebaya.
“Harapan saya, anak-anak benar-benar memahami betapa berbahayanya judi online. Ini bukan hanya soal kehilangan uang, tetapi juga dapat merusak cara berpikir, perilaku, dan masa depan mereka,” tegasnya.
Ia mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk memberikan pengawasan yang optimal agar anak-anak tidak terjerumus.
Sementara itu, Waka Kesiswaan SMP Plus Salafiyah, H. Salman Alfarisi, S.Ab., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan kedisiplinan siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan terkait bahaya judi online. Kegiatan ini sangat positif dan kami berharap bisa berlanjut secara berkala,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak. “Mendidik bukan hanya soal pengetahuan, tetapi membentuk karakter agar menjadi pribadi berakhlakul karimah,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap sinergi bersama kepolisian dan LDNU dapat terus terjalin demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam.
Penulis : Irfan Fatoni









