Keputusan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pemalang untuk membatalkan aksi solidaritas di depan gedung DPRD Pemalang pada Minggu, 31 Agustus 2025, menuai berbagai tanggapan. Namun, langkah tersebut sesungguhnya merupakan keputusan yang selaras dengan sikap resmi Pengurus Besar PMII (PB PMII).
Dalam surat resmi bernomor 003.PC-21.V.02.021.A-1.08.2025, PC PMII Pemalang menegaskan pembatalan aksi dilakukan demi keamanan, kenyamanan bersama, serta menjaga marwah organisasi di tengah dinamika situasi.
Keputusan ini sejalan dengan pernyataan sikap PB PMII bernomor 289.PB-XXI.02.047.A-1.08.2025 yang menekankan agar kader PMII di seluruh Indonesia tidak terlibat dalam tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, atau tindakan destruktif lainnya. PB PMII juga menginstruksikan agar setiap cabang lebih memprioritaskan konsolidasi internal serta memperkuat perjuangan yang berlandaskan nilai keislaman, kebangsaan, dan moralitas.
Ketua Umum PB PMII, M. Shofiyulloh Cokro, menegaskan bahwa perjuangan kader harus tetap mengedepankan jalan yang solutif, menjunjung tinggi kepentingan rakyat, dan menghindari provokasi. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar PC PMII Pemalang untuk mengambil keputusan strategis demi keselamatan bersama.
“Demi keamanan dan kenyamanan bersama, aksi solidaritas kita batalkan,sesuai dengan arahan dari Pengurus Besar PMII kami Memutuskan untuk tetap menahan diri dengan tanpa meninggalkan tujuan utama kami, yaitu tetap pada tuntutan” saat di hubungi oleh Tim NU Pemalang Kita lewat telfon .
serta dalam pernyataan Resminya PC PMII Pemalang yang ditanda tangani langsung oleh Ketua PC PMII Pemalang, Muhammad Ade Sulaiman Menyampaikan “Demi keamanan dan kenyamanan bersama, aksi solidaritas kita batalkan”
.
Dengan demikian, keputusan PC PMII Pemalang bukanlah sikap sepihak, melainkan konsistensi menjalankan garis organisasi sebagaimana telah diarahkan oleh PB PMII.
.
Namun, Sekretaris PC PMII Pemalang, inisial MAM, mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Ia menyebut pembatalan aksi tidak melalui koordinasi internal maupun pembahasan bersama pengurus harian.
“Soal pembatalan aksi tersebut tidak ada koordinasi dengan pengurus yang lain, dan tidak ada pembahasan apapun di internal kepengurusan. Saya juga heran tiba-tiba diganti agenda audiensi dengan Wakil Bupati tanpa pemberitahuan,” ujarnya, dikutip dari Vokalpublika.
Meski demikian, secara kelembagaan PC PMII Pemalang tetap menegaskan bahwa langkah ini merupakan keputusan strategis demi keamanan, kenyamanan, serta menjaga marwah organisasi.
“Demi keamanan dan kenyamanan bersama, aksi solidaritas kita batalkan,” bunyi pernyataan resmi PC PMII Pemalang yang ditandatangani langsung oleh Ketua, Muhammad Ade Sulaiman.









