Pemalang, 24 Juli 2025 – Pengurus Cabang LP Ma’arif NU Kabupaten Pemalang sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) dan Workshop Guru Ke-NU-an untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI hingga SMA/MA/SMK. Acara yang diadakan di Aula Gedung NU Pemalang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah kebijakan pendidikan dan identitas Nahdliyah berbasis Aswaja.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh sentral, antara lain Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Bapak Fakhrudin Karmani; Ketua PCNU Pemalang; praktisi pendidikan; LPBHNU Pemalang; serta pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Pemalang. Total peserta mencapai lebih dari 200 orang, terdiri atas 80 kepala sekolah dan madrasah, serta 90 guru Ke-NU-an.
Ketua PC LP Ma’arif NU Pemalang, H. Fajarin, membuka Rakerdin dengan menekankan pentingnya sinergi antar satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang unggul, inklusif, dan berkarakter Aswaja. “Rakerdin ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ajang konsolidasi penting untuk merumuskan strategi konkret dalam memperkuat mutu pendidikan,” katanya.
Selaras dengan itu, Rakerdin juga menjadi forum silaturahmi dan penyamaan persepsi antar kepala sekolah dan madrasah dalam meramu kurikulum, manajemen kelembagaan, peningkatan kualitas guru, hingga penguatan karakter peserta didik.
Dalam sesi workshop paralel, guru-guru Ke-NU-an diberikan pembekalan mendalam terkait implementasi kurikulum secara sistematis dan kontekstual. Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, mengingatkan tantangan pendidikan di era disrupsi digital. “Kurikulum Ke-NU-an harus menjadi benteng utama untuk menjaga pemahaman Aswaja. Pelatihan guru serta pemutakhiran bahan ajar adalah keniscayaan,” pungkasnya.
Tidak hanya aspek edukasi, Rakerdin juga melibatkan berbagai lembaga untuk memperkuat fondasi kelembagaan:
Ketua Tanfidziyah PCNU Pemalang memberikan arahan tentang pentingnya ideologisasi Ke-NU-an melalui PD-PKPNU.
Wakil LPBHNU Pemalang menyampaikan layanan hukum yang memperkuat posisi sekolah dan madrasah di era regulasi yang kompleks.
Pengurus IPNU-IPPNU memaparkan pembentukan komisariat di satuan pendidikan, serta mempromosikan Porsema XIII sebagai ruang kreativitas dan ukhuwah.
Semangat partisipatif sangat terasa—peserta aktif berdiskusi, berbagi tantangan, dan merumuskan solusi untuk mengajarkan nilai-nilai Ke-NU-an dalam konteks keberagaman peserta didik dan perubahan sosial. Kegiatan ini menjadi persiapan matang jelang tahun ajaran 2025–2026.
Rakerdin dan workshop menghasilkan rencana tindak lanjut untuk penguatan kapasitas guru, pengembangan kelembagaan, konsolidasi kurikulum Ke-NU-an, dan kolaborasi lintas lembaga—yang akan menjadi acuan program kerja setahun ke depan.
Rakerdin dan Workshop Guru Ke-NU-an oleh LP Ma’arif NU Pemalang bukan sekadar sekadar acara tahunan, melainkan wujud dari komitmen mulia untuk membangun pendidikan yang cerdas, spiritual, dan berkarakter. Dengan semangat bersama dan kerja kolaboratif, lembaga pendidikan Ma’arif NU kian memperteguh posisinya sebagai pilar pendidikan yang mengakar pada tradisi, serta responsif terhadap tantangan zaman.
Penulis : Adam Bagas
Editor : Adi









