Pemalang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kericuhan yang terjadi dalam kegiatan pengajian akbar di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, yang dihadiri oleh Habib Rizieq Shihab. Kejadian yang sempat menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat itu menjadi perhatian serius dari PCNU Pemalang.
Ketua PCNU Pemalang, Kyai Abu Joharudin Bahry, M.Hum, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut dan turut mendoakan kesembuhan bagi para korban.
“PCNU Kabupaten Pemalang turut prihatin soal kejadian di pengajian yang dihadiri oleh Habib Rizieq Shihab. Semoga para korban segera diberikan kesembuhan dan tidak mengalami trauma yang berkepanjangan,” ujar Kyai Abu dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, Kyai Abu menegaskan bahwa PCNU telah melakukan langkah-langkah terukur untuk meredam situasi dan mencegah meluasnya konflik sosial akibat insiden tersebut.
“PCNU sudah melakukan tindakan terukur menanggulangi suasana agar keadaan tidak merambah ke mana-mana. Kami juga mengimbau kedua belah pihak, baik yang pro maupun kontra, untuk dapat menahan diri. Trauma healing perlu segera kita siapkan agar kejadian ini menjadi akhir, bukan awal dari konflik berkepanjangan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, PCNU Pemalang juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami PCNU Pemalang siap untuk ikut bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di Kabupaten Pemalang,”
tegas Kyai Abu.
PCNU mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, mengedepankan dialog, serta menghindari provokasi yang dapat memperkeruh suasana. Keamanan dan kedamaian Pemalang, menurut Kyai Abu, merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, tanpa terkecuali.









